Selasa, 23 Agustus 2016

berita olahraga

BRNO – Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, secara mengejutkan berhasil meraih kemenangan di GP Ceko, akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadikan Crutchlow sebagai pembalap Inggris pertama yang berhasil meraih kemenangan di MotoGP dalam 30 tahun terakhir.

Menurut Crutchlow, kepercayaan diri merupakan kunci keberhasilannya meraih kemenangan di GP Ceko. Selain itu, ia juga tidak memungkiri bahwa kondisi lintasan juga mengambil peran dalam keberhasilannya.

Menurut Crutchlow jika lintasan dalam kondisi kering, ada kemungkinan ia hanya dapat finis di posisi keenam atau ketujuh. Terlepas dari hal itu, kepercayaan diri diakui Crutchlow sebagai faktor utama di balik keberhasilannya di GP Ceko.

“Di atas lintasan kering, saya mungkin hanya dapat finis di posisi ketujuh. Saya harus realistis, itulah yang saya pikirkan hari itu. Mungkin saya dapat finis di posisi keenam jika seorang membuat kesalahan,” jelas Crutchlow, mengutip dari Motorsport, Rabu (24/8/2016).

“Namun saya mengambil kesempatan yang ada. Saya harus percaya diri. Saya percaya dengan pemilihan ban yang saya lakukan. Anda harus yakin bahwa diri Anda adalah yang terbaik atau Anda tidak akan memenangkan apa-apa,” tandasnya.

sumber :  http://sports.okezone.com/read/2016/08/24/38/1471758/kepercayaan-diri-jadi-kunci-keberhasilan-cal-crutchlow-juarai-gp-ceko

Minggu, 14 Agustus 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Purwarupa atau bentuk awal pesawat terbang rancangan presiden RI ke-3 BJ Habibie bertajuk Regio Prop 80 (R80) ditargetkan mulai dibuat pertengahan 2016, kata Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Habibie.

"Semoga pertengahan tahun depan sudah tuntas semua (desainnya) sehingga pertengahan tahun depan kami sudah mulai membuat prototype (purwarupa). Masih lama dari segi desain," ujar Ilham di Jakarta, Rabu (29/7).

Dia menuturkan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pembuatan desain awal R80, yakni dalam proses pemilihan komponen utama seperti mesin dan sistem pengendalian pesawat. Pesawat R80 sebelumnya ditargetkan mulai terbang pada 2019, tetapi karena masalah teknis, Ilham memperkirakan pesawat tersebut baru siap diterbangkan pada 2021.

Untuk saat ini, tutur dia, terdapat tiga perusahaan penerbangan yang memesan pesawat itu mencapai total 145 unit, yakni dari Kalstar Indonesia, Nam Air dan Trigana Air.

Sementara itu, untuk mesin pesawat, ia mengatakan PT RAI akan menggunakaan mesin dari diantara tiga perusahaan pembuat mesin pesawat yang dipilih, yakni Rolls Royce asal Inggris, Pratt and Whitney asal Amerika Serikat serta General Electric asal Amerika Serikat.

Pesawat R80, menurut dia, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pesawat lain, diantaranya lebih besar dan hemat dalam penggunaan bahan bakar.

"Saya lihat biaya pengoperasian pesawat 30-50 persennya terkait bahan bakar, jadi mesin sangat menentukan. Kemajuan lain pesawat ini bisa juga di aerodinamika, kenyamanan kabin, material lebih maju, tapi yang paling penting lebih hemat 10-15 persen dibanding pesawat ATR," ujarnya.

Dengan keunggulan tersebut, Ilham mengatakan belum menentukan harga pasti untuk R80 karena belum menentukan mesin dan komponen-komponen yang akan dipakai. Namun, ia memperkirakan akan dibanderol sebesar 22 hingga 25 juta dolar AS per unit.

R80 merupakan suksesor dari pesawat N250 buatan IPTN yang kini disebut PT Dirgantara Indonesia. Sementara PT RAI yang mengembangkan R80, adalah perusahaan pembuat pesawat terbang komersil milik BJ Habibie.

Sumber : Antara